Dosen PBA INSURI Ponorogo Raih Gelar Doktor Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Insurinews-Kabar membanggakan datang dari Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo. Salah satu dosennya, Dr. Wahyu Hanafi, M.Pd.I resmi meraih gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Bahasa Arab pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang ujian promosi doktor yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2025.
Dalam sidang terbuka tersebut, Wahyu Hanafi mempertahankan disertasi berjudul “Kognisi-Praksiologi Penutur Non-Arab terhadap Pembelajaran Bahasa Arab (Ideologi, Persepsi, dan Tindakan)” di hadapan dewan penguji yang terdiri dari para pakar pendidikan dan bahasa Arab. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Maksudin, M.Ag sebagai Ketua, dengan Dr. Muhajir, M.S.I sebagai Sekretaris. Adapun tim penguji lainnya adalah Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd, Dr. Hisyam Zaini, M.A, Prof. Dr. Suyadi, M.A, Prof. Dr. Rika Astari, S.S., M.A, Dr. Jauhar Hatta, M.Ag, dan Dr. M. Jafar Shodiq, M.S.I.
Disertasi yang diangkat Wahyu Hanafi menyoroti dinamika pembelajaran bahasa Arab pada penutur non-Arab di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif multisitus yang dilaksanakan pada tiga madrasah dengan afiliasi ideologi yang berbeda di Kabupaten Ponorogo, yaitu MI Al-Kautsar Durisawo, MI Muhammadiyah Ponorogo, dan MI Tahfizh Al-Furqon. Penelitian melibatkan berbagai pemangku kepentingan madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, peserta didik, wali murid, hingga komite sekolah. Data penelitian dianalisis secara sistematis menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi memiliki peran fundamental dalam pembelajaran bahasa Arab di ketiga madrasah tersebut. Ideologi tidak hanya berfungsi sebagai identitas simbolik organisasi, tetapi juga menjadi fondasi moral, pedoman kebijakan, sekaligus ruh yang menggerakkan praktik pendidikan. MI Al-Kautsar Durisawo memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) berbasis tradisi pesantren yang moderat dan inklusif. MI Muhammadiyah Ponorogo menampilkan karakter Islam berkemajuan (tajdīd) melalui pendekatan inovatif dan inklusif, termasuk layanan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas. Sementara itu, MI Tahfizh Al-Furqon mengembangkan orientasi Qur’ani yang plural dan kontekstual melalui integrasi materi fikih, bahasa Arab, dan sirah dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi para pemangku kepentingan terhadap pembelajaran bahasa Arab tidak terbatas pada aspek penguasaan bahasa semata, melainkan mencakup proses internalisasi nilai-nilai keagamaan, penguatan ideologi, dan pembentukan karakter peserta didik. Setiap madrasah menunjukkan corak persepsi yang berbeda sesuai dengan tradisi, orientasi, dan budaya kelembagaan yang berkembang di lingkungan masing-masing.
Selain itu, tindakan atau praktik para penutur non-Arab dalam pembelajaran bahasa Arab menunjukkan keterlibatan aktif melalui jalur formal maupun nonformal. Pembelajaran formal berfungsi untuk memperkuat identitas dan otoritas organisasi sosial-keagamaan, memenuhi tuntutan akademik, memahami teks-teks keagamaan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi. Sementara itu, kegiatan nonformal berkontribusi dalam memperluas wawasan dan memperdalam penguasaan materi bahasa Arab. Dalam konteks ini, guru memainkan peran penting sebagai motivator, fasilitator, dan inovator pembelajaran yang mendukung pengembangan mufradat, tata bahasa, dan keterampilan berbicara peserta didik.
Keberhasilan meraih gelar doktor ini menjadi capaian akademik yang membanggakan tidak hanya bagi Wahyu Hanafi secara pribadi, tetapi juga bagi INSURI Ponorogo. Disertasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab di Indonesia, khususnya dalam memahami hubungan antara ideologi kelembagaan, persepsi pemangku kepentingan, dan praktik pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen INSURI Ponorogo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan keilmuan, terutama di bidang pendidikan Islam dan pendidikan bahasa Arab, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia akademik dan masyarakat luas.